Publicity


SawoKecik dan 4th Anniversary House and Living - DAAI TV

Pada suatu hari saya diundang oleh DAAI TV untuk menjadi tamu dalam acara 4th Anniversary House and Living ...

Tapi saya tidak sendiri ... ada Arie dari Cranberries Craft, ada Ibu Emmy .. Ibu Sukarelawan berhati mulia ... ada Ibu Lily ... seorang Ibu yang suka sekali mengajar ... ada juga Chef Budi . Kami shooting di gedung mereka yang baru .. dan besaaar banget .. hehe ...

Terima kasih rekan-rekan DAAI TV sudah mengundang SawoKecik ...
peluk buat mbak Yane dan Siti ... (^-^)
















Jelang Siang Trans TV - 22 Maret 2012



Alhamdulillah ... hasil shooting Jelang Siang Trans TV hari Jum'at lalu ... hari ini tayang .. yaaayy !! ... aneh ya lihat diri sendiri di TV

terima kasih buat Donna, Merry dan mas Rangga (bukan suami saya lhoo .. namanya sama .. hehe) dan pak Frans. Liputannya berlangsung seru dan full ketawa-tawa .. saya yang tadinya grogi jadi luntur karena canda tawa para crew kecil ini ... hehe
tema yang diliput adalah tentang Gadget Pouch ... ada scene dimana saya terlihat sedang menjahit membuat Gadget Pouch .... selain itu ada juga scene perkenalan produk SawoKecik ...
Alhamdulillah respon yang saya terima sangaaat baik ... bahagianyaaaa .... ^^
Tak lupa terima kasih buat suami tercinta yang bantuin beres-beres SawoKecik's Cave dan membantu menyiapkan beberapa produk juga .... I love my Crafty Husband ... ^^






terima kasih buat Lia atas foto yang diatas ini, baik banget beliau memotret saya sewaktu jam tayang ... hehe .. love you Lia ... (^-^)




Kali ini SawoKecik mejeng di media online MYOYEAH .... yipiiiee .. makasih Ayya .. *hugs











"GREAT FINDS"  MARTHA  STEWART  LIVING INDONESIA edisi MARET 2012



Setelah dinanti .. Alhamdulillah SawoKecik muncul juga di "Great Finds" Martha Stewart Living Indonesia edisi Maret 2012 ... terima kasih Mbak Miranti .... (^-^)


HADIR JUGA DI BISNIS JABAR.COM ... thank you Tarlen ... (^-^)

CRAFTYPRENEUR: Bisnis para crafter Indonesia yang semakin menggeliat


ilustrasi (antara)
Anda mungkin masih asing dengan nama-nama seperti Cemprut, Sawo Kecik, Ideku Handmade, Sew Stories, Nest of Ojanto, atau Vitarlenology.
Jika Anda mengaku pecinta produk Indonesia, Anda harus mulai berkenalan dengan mereka. Itulah nama produk yang dihasilkan para crafter Indonesia. Anda bisa melihat karya-karya mereka di blognya masing-masing, dan Anda bisa melihat bahwa crafter Indonesia memiliki kreativitas yang sangat tinggi.
Di Indonesia, istilah crafter mungkin belum terlalu familiar. Karena tren membuat ataupun membeli barang-barang handmade juga belum populer. Crafter adalah seseorang yang memiliki ide unik, brilian, yang kemudian dituangkan ke dalam media apapun sehingga menghasilkan suatu bentuk kerajinan tangan. Bidangnya bisa berbagai macam dan tidak terbatas, bisa dengan menjahit, merajut, menyulam, membuat keramik, sampai membuat notebook. Yang penting, semua dikerjakan sendiri.
“Mulai dari konsep, desain, sampai keahlian teknis, seorang crafter punya semua. Sehingga ia bisa memproduksi suatu barang yang merupakan hasil pemikiran juga hasil karyanya sendiri,” tutur Tarlen Handayani, salah satu crafter di Bandung.
Tarlen, yang memiliki brand notebook handmade “Vitarlenology” ini memang sejak lama menggeluti bidang kerajinan tangan. Menurutnya, menghasilkan dan menjual suatu karya handmade sangat berbeda kesannya dengan berbisnis produk lain yang bukan buatan sendiri. Para crafter yang membangun usaha dengan craft sebagai komunitasnya inilah yang disebut dengan craftypreneur.
“Memang kita berwirausaha, namun pendekatan bisnisnya akan sangat berbeda dengan mereka yang menjadikan kerajinan tangan sebagai industri,” tutur Tarlen.
Dalam industri yang berbasis kerajinan tangan, produknya akan didesain, dikerjakan, dipromosikan, dan dijual oleh orang yang berbeda-beda, sesuai bagiannya. Produknya pun akan diproduksi secara massal, bahkan hingga diekspor. Besarnya keuntungan atau omset yang didapat pun menjadi tolak ukur kesuksesan bisnis tersebut. Berbeda halnya dengan para crafter.
Meski sebutannya crafter, mereka bukan sekadar pengrajin. Lebih dari itu, yang mereka hasilkan lebih berupa sebuah karya seni.
“Crafter itu seperti empu, dia yang punya konsep, dia yang mendesain, dia yang mengerti filosofi karya buatannya. Kemudian dia juga mengerjakan semuanya sendiri sampai karya tersebut selesai, sehingga ada karakter tersendiri dari si pembuat yang menjadikan produk tersebut unik dan berbeda,” Tarlen menjelaskan.
Sehingga tak heran jika harga produk para crafter agak lebih mahal daripada produk kerajinan tangan yang dihasilkan oleh industri massal. Sebuah syal yang di pasar dijual seharga Rp30.000, oleh para crafter mungkin akan dijual seharga Rp100.000. Wah, berbeda jauh ya? Karena memang untuk menyelesaikan suatu produk atau karya membutuhkan kerja keras, banyak pengorbanan waktu dan tenaga. Kebanyakan crafter memiliki blog pribadi, di mana mereka akan akan menceritakan proses pembuatan karya tangan mereka.
“Ini juga sebagai bentuk edukasi, agar kita lebih menghargai kerja keras seseorang. Bahwa untuk menghasilkan produk terbaik itu tidak mudah,” kata Tarlen.
Bagaimana, Anda tertarik untuk membeli produk karya para crafter Indonesia? Mulai dari rajutan, kreasi kain felt, buku catatan, hingga keramik? Jika tertarik, Anda bisa datang ke Tobucil di Jalan Aceh, Bandung untuk melihat beberapa produk crafter Indonesia yang dijual di sana.(yri)
Foto: berbagai produk handmade karya para crafter







@ http://adalahkita.com
  




Yayy ... SawoKecik muncul di direktori Adalah Kita .... makasih ya Adalah Kita .... (^-^)


@AQUILA asia Magazine - March-April 2011



 

Muncul bersama Idekuhandmade, Dreamesh .... (^-^)




@Support Local Handmade SPICE! Magazine
January 2011





@TABLOID GENIE edisi 19
26 Desember 2010

 Haiii .... SawoKecik ada di tabloid Genie edisi 19 ... \(^.^)/


DAAI TV - House and Living shooting day 
14 Oktober 2010

bersama partner kerja Heny, sebelum shooting
 
persiapan bersama mbak Yane

shooting bersama mbak Eva
 
berfoto bersama mbak Yane dan mbak Eva, and the Baby Shoes .. (^.^)

Seminggu yang lalu mbak Yane dari DAAI TV mengirimkan email undangan untuk ber-demo di DAAI TV ... bukan demo masak, tapi demo membuat Baby Shoes .. waaaa.... saya takuuut ... biasanya hanya dibelakang kamera, kini harus muncul didepan kamera..waduuuh...

Masuk ke dalam studio .. siap-siap, latihan, ketawa-tawa grogi,aduuuh ... bingung deh ceritanya ... tapi alhamdulillah semua berjalan lancar, crew-nya baik-baik, mengerti dan sabar menunggu saya yang gemetar menjahit dengan tangan .. host-nya juga sangat aktif karena saya banyak diamnya dan jarang senyum .. haha .. gimana dooong.

Alhamdulillah semua lancar, dan hati ini legaaaaa .... banget.
Terima kasih Rangga atas segala supportnya dan foto-fotonya dan Heny yang setia menunggu dan menemani sampai selesai.
Terima kasih buat mbak Yane atas undangannya, terima kasih mbak Eva yang selalu ceria.

Terima kasih terima kasih terima kasih ....

Tinggal tunggu waktu tayangnya .. coming soon... \(^-^)/





Camera Strap in SPICE Magazine
3 Mei 2010



My crafter fellow Amesh featured my Camera Case Wristlet and Strap on Spice! magazine's May 2010 latest edition. I am so happy .... thanks a bunch Amesh .... (^3^)




Blue Crochet Ring and a Girl from in CraftGawker
4 Mei 2010



Yayy ... after Girl from TakaTuka Island now my Blue Crochet Ring made it to Craftgawker , happy..!! \(^.^)/





A Girl From Taka Tuka Island in CraftGawker
17 April 2010




aaww ... my girl from TakaTuka Island made it to Craftgawker, yay ... finally ...


LinkWithin

Related Posts with Thumbnails